Infodongs – Palu, Di tengah kesibukan pagi yang padat, warga Kota Palu mulai beralih ke pilihan sarapan yang lebih sehat dan praktis. Salah satu menu yang kini banyak digemari adalah kukusan, makanan yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti ubi rebus, jagung rebus, dan telur rebus. Dengan harga Rp10 ribu per porsi, kukusan menawarkan alternatif sarapan yang mengenyangkan tanpa membuat perut terasa berat. Menu ini pun jadi pilihan favorit bagi mereka yang ingin memulai hari dengan sesuatu yang lebih sehat namun tetap mengisi energi.

Namun, salah satu pedatang baru hype dan mencuri perhatian di kalangan warga Palu adalah ubi cilembu, jenis ubi manis yang memiliki tekstur lembut dan cita rasa yang khas. Penjual ubi cilembu di Jalan Muh. Yamin, Haryadi (10/1), mengaku peminat ubi cilembu cukup menjanjikan. Setiap harinya, Haryadi mampu menjual sekitar 150 kilogram ubi cilembu. Ia memesan ubi cilembu langsung dari Jawa untuk memastikan kualitas rasa yang konsisten dan tidak berubah.

Ubi cilembu yang dijual Haryadi dipanggang terlebih dahulu meggunakan oven khusus sebelum disajikan dengan harga Rp35 ribu per kilogram. Meski harganya sedikit lebih mahal dibandingkan dengan menu kukusan, ubi cilembu tetap menjadi pilihan utama karena rasanya yang manis alami dan teksturnya yang empuk. Haryadi juga melayani pembelian dengan transaksi minimal Rp10 ribu, sehingga pembeli dapat memilih jumlah yang sesuai dengan anggaran.

Ani, seorang ibu rumah tangga dari Birobuli, mengungkapkan bahwa ia sudah menjadi pelanggan setia ubi cilembu. “Rasanya manis banget, enak dimakan langsung atau dicampur dengan kukusan. Kalau beli, bisa habis sampai yang Rp20 ribuan,” kata Ani. Menurut Ani, ubi cilembu merupakan pilihan camilan yang pas untuk mengisi waktu pagi, selain menjadi menu sarapan sehat yang ringan.

Tren sarapan sehat ini menunjukkan adanya perubahan kebiasaan makan di Palu, terutama di kalangan warga yang ingin menjaga keseimbangan antara kesehatan dan kenyamanan. Dengan harga yang terjangkau, kukusan 10 ribuan dan ubi cilembu menjadi pilihan tepat bagi banyak orang, terutama Gen Z, yang semakin peduli dengan kesehatan tanpa harus mengorbankan kepraktisan. Seiring waktu, makanan sehat semacam ini diprediksi akan semakin diminati, apalagi di tengah kesibukan masyarakat perkotaan yang semakin padat.*

Reporter/Sumber foto : Ilham