Menyala! NSL perintahkan Timnya jemput bola, data anak Panti Asuhan untuk Beasiswa PIP 2026
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Dandy Adhiprabowo, mengungkapkan bahwa arahan tersebut disampaikan langsung oleh Nilam Sari Lawira yang juga Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah itu dalam acara Buka Puasa bersama jajaran Fraksi DPRD Provinsi dan DPW Partai NasDem Sulteng dan Panti Asuhan beberapa waktu lalu. “Kami diperintahkan oleh Kaka Ketua Nilam agar semaksimal mungkin tidak ada anak dari keluarga tidak mampu yang kesulitan untuk bersekolah. Termasuk mendata dan mengusulkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak panti asuhan,” ujar Dandy.
Menindaklanjuti arahan tersebut, tim Rumah Aspirasi NSL bersama para kader relawan PIP mulai bergerak cepat. Menjelang Hari Raya Idulfitri, mereka turun langsung menyisir sejumlah panti asuhan di Sulawesi Tengah untuk melakukan pendataan calon penerima bantuan. Di Kota Palu, Pertugas Rumah Aspirasi, Hairudin Dahlan, mengatakan pendekatan “jemput bola” dipilih agar program ini benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan. “Kami langsung turun ke lapangan, mendatangi panti asuhan. Hari ini kami mengunjungi Panti Asuhan Al Mabrukah di Ulujadi dan Panti Asuhan Imanuel untuk mendata anak-anak yang bisa diusulkan dalam program PIP Aspirasi NSL tahap pertama tahun 2026, 4 Perwakilan Rumah Aspirasi kami di Kabupaten dan kader-kader Partai Nasdem yang selama ini mengurus PIP juga sedang jalan mendata. Sebelumnya kami hanya menerima usulan melalui pihak sekolah” jelas pria yang akrab disapa Ayah Udin ini bersemangat.
Program PIP Aspirasi NSL sendiri merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bantuan ini disalurkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI Komisi X, dengan sasaran siswa tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK. Besaran bantuan yang diterima siswa bervariasi, mulai dari Rp 450 ribu hingga Rp 1,8 juta per tahun, yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
Pada tahun 2025, Nilam Sari Lawira tercatat berhasil memperjuangkan bantuan PIP bagi sekitar 40 ribu siswa dalam 2 tahap yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat di tahun berikutnya. Melalui langkah ini, harapan agar setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di panti asuhan, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, terus diupayakan menjadi kenyataan.*
Reporter : Ilham, Foto : Dok Rumah Aspirasi NSL
Tim Redaksi



Terkini


Infografis

Terkait
Langkah Besar UIN Datokarama, Disambangi Dua Menteri



Tinggalkan Balasan