TKW asal Palu Utara Diduga Terjebak Perdagangan Manusia di Riyadh
Infodongs – Palu, Vivi Irade, anggota DPRD Kota Palu, mengungkapkan (22/1) keprihatinan terkait kasus TKW asal Palu utara yang diduga terjebak perdagangan manusia di Riyadh, “Saya sudah berkoordinasi dengan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar, mengusahakan penyelesaian masalah ini. Kami terus berupaya agar SZU segera mendapatkan perlindungan dan keamanan yang layak. Mohon doanya buat SZU agar masalah ini segera selesai dengan baik dan SZU pulang dengan selamat. Saya juga ingin mengingatkan masyarakat, terutama calon TKW, untuk lebih berhati-hati dalam menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri. Pastikan semua prosedur resmi sudah dipenuhi, dan hindari agen yang tidak terdaftar untuk mencegah terjadinya eksploitasi dan perdagangan manusia.” ungkap Legislator Partai Gerindra ini dengan nada prihatin,
Pernyataan Vivi ini menyusul kabar memilukan yang datang dari TKW Indonesia dari Kayumalue Palu Utara beinisial SZU (36). Ia diduga menjadi korban perdagangan manusia di Riyadh, Saudi Arabia. SZU berangkat ke Saudi bulan oktober 2025 yang lalu. Melalui agen yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur di Dammam menggunakan visa Sarika. Setelah tiba di Saudi, SZU menghubungi temannya, Lesta, meminta bantuan untuk keluar dari tempat kerjanya karena dipaksa bekerja dalam kondisi tidak layak.
Melalui percakapan WhatsApp dan Facebook yang diterima keluarga berdasarkan penelusuran awal Infodongs.com, SZU mengungkapkan bahwa ada pihak yang mengimingi bantuan keluar dari tempat kerjanya. SZU juga dijanjikan pekerjaan di Madrasah oleh seorang TKW berinisal E, yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan manusia. SZU sempat mengirimkan lokasi terakhirnya kepada Lesta dan memberitahukan bahwa jika ia tidak bisa dihubungi, itu berarti ia dalam bahaya.
Hingga kini, meskipun nomor WhatsApp SZU masih aktif, namun pesan yang diterima menunjukkan bahwa ponselnya sudah tidak ada di tangannya, dan foto-foto tak senonoh mulai tersebar ke kontak di WhatsApp-nya.
Saat ini Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di Saudi Arabia untuk menanggapi kasus ini. Mereka telah mengirimkan permohonan perlindungan dan terus memantau perkembangan serta berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mengungkap keberadaan korban dan dugaan sindikat perdagangan manusia yang terlibat.*
Reporter: Ilham, Sumber Foto : Ilustrasi AI







Tinggalkan Balasan