Infodongs – Palu,  Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Palu Utara, Kota Palu, berinisial SWZ, yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban  Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi, akhirnya berhasil diselamatkan dan saat ini berada dalam perlindungan shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.

Informasi tersebut diterima infodongs.com dari Vivi Irade (24/1), anggota DPRD Kota Palu yang sejak awal aktif mengadvokasi kasus tersebut. Dalam sebuah video yang diterima, orang tua korban terlihat melakukan komunikasi langsung dengan Firman Yulianto dari Direktorat Layanan Pengaduan dan Advokasi Pekerja Migran Indonesia di tanah air.

Dalam komunikasi tersebut disampaikan bahwa kondisi SWZ dilaporkan dalam keadaan aman, meskipun masih membutuhkan pendampingan lanjutan, baik secara hukum maupun psikologis, setelah mengalami tekanan selama bekerja di luar negeri.

Pihak KBRI Riyadh telah mengevakuasi korban ke shelter sebagai langkah awal perlindungan, sekaligus memberikan pendampingan sebelum proses pemulangan ke Indonesia dilakukan.

Menanggapi perkembangan tersebut, Anggota DPRD Kota Palu Vivi Irade menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan KBRI Riyadh dan seluruh pihak yang terlibat.“Syukur alhamdulillah korban sudah selamat dan berada di shelter KBRI. Keluarga juga sudah tenang. Ini yang paling penting saat ini, memastikan keselamatan dan kondisi psikologis korban benar-benar terjaga. Ini semua berkat doa-doa kita dan perhatian serius dari Pak Abcandra Muh Akbar, Wakil Ketua MPR, serta Pak Mukhtarudin, Menteri Perlindungan Pekerja Migran,” ujar Vivi.

Vivi menegaskan, kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah hingga pusat, agar perlindungan terhadap pekerja migran, khususnya perempuan, semakin diperkuat.“Perlindungan terhadap TKW harus diperkuat sejak dari daerah asal. Jangan sampai kasus seperti ini terus berulang dan merugikan perempuan-perempuan kita,” tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap agar proses pemulangan SWZ ke Indonesia dapat segera dilakukan, sehingga korban bisa kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi aman dan sehat, baik secara fisik maupun mental.*

Reporter : Ilham, Sumber Foto : Istimewa