Infodongas – Palu, Universitas Tadulako (Untad) Palu kembali menambah 13  guru besar. Salah satunya Profesor Doktor Pathuddin, S.Pd., M.Si. Dosen senior berusia 56 tahun ini resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Pendidikan Matematika dalam sidang senat terbuka yang digelar di Auditorium Untad, Senin, 26 Januari 2026.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Metakognisi dan Aplikasinya dalam Memecahkan Masalah”, Prof. Pathuddin mengajak civitas akademika melihat proses belajar bukan sekadar soal benar atau salah, tetapi tentang bagaimana cara seseorang berpikir.

Ia menjelaskan, metakognisi adalah kesadaran seseorang terhadap proses berpikirnya sendiri. Mulai dari memahami masalah, merencanakan strategi, memantau langkah-langkah yang diambil, hingga mengevaluasi hasil secara sadar dan reflektif.

“Metakognisi membuat seseorang tahu apa yang sedang ia pikirkan dan mengapa ia mengambil langkah tertentu,” ujar Prof. Pathuddin.

Menurutnya, keterlibatan metakognisi dalam pembelajaran—terutama matematika—membantu peserta didik lebih memahami persoalan, menyesuaikan strategi ketika menemui kesulitan, serta mengevaluasi hasil belajar dengan lebih matang.

Ia menegaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognitif terbukti mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, memperbaiki hasil belajar, serta menumbuhkan kemandirian dan kedewasaan intelektual.

“Belajar seharusnya tidak hanya mengejar jawaban akhir, tetapi juga membangun kualitas berpikir yang terus berkembang,” katanya.

Pengukuhan Prof. Pathuddin sebagai guru besar menambah kekuatan Untad dalam pengembangan pendidikan matematika dan mempertegas komitmen kampus dalam mendorong pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan.*

Reporter : H. Hanama, Sumber Foto : Istimewa