Infodongs, Palu – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Nasdem, Nilam Sari Lawira, menegaskan pentingnya data yang akurat dan terkini sebagai dasar pengambilan kebijakan di Sulawesi Tengah. Pernyataan ini disampaikan saat rombongan Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 1 April 2026.

Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati, bertujuan memastikan kesiapan BPS dalam melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dan memastikan data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil setiap daerah.

“Bicara statistik, bukan hanya soal data, tapi soal pola. Setiap daerah memiliki pola berbeda, sehingga kebijakannya pun harus berbeda. Itulah mengapa data ini sangat penting,” ujar Nilam Sari Lawira.

Nilam menyoroti bahwa ketidakakuratan data menjadi salah satu penyebab anomali kondisi ekonomi di Sulawesi Tengah. Meski pertumbuhan ekonomi daerah ini pada 2025 tercatat mencapai 8,47 persen, melampaui rata-rata nasional 5,05 persen. Tapi, angka kemiskinan tetap tinggi, di atas 10 persen.  “Kalau datanya salah, maka Pemda juga pasti salah dalam mengambil kebijakan. Kebijakan itu akan sebaik data yang digunakan. Jika datanya tidak akurat dan tidak update, maka kebijakannya juga pasti salah,” tegasnya.

Nilam mengharapkan agar setiap indikator memiliki satu data resmi yang menjadi rujukan tunggal, sehingga perspektif dan kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran. “Data harus menjadi dasar pengambilan kebijakan di Sulteng, bukan sekadar pelengkap administratif,” pungkas Nilam Sari Lawira. 

Kunjungan ini juga menjadi ajang mendengarkan aspirasi dari BPS, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintah. Kepala BPS Sulteng, Daryanto, menjelaskan sejumlah tantangan dalam pengumpulan data, mulai dari kondisi geografis yang luas hingga keterbatasan sumber daya.

“Kunjungan ini bagi kami merupakan bentuk kepedulian dan dukungan,” kata Daryanto.

Selain berdiskusi di kantor BPS, rombongan Komisi X DPR RI juga meninjau Kampung Cinta Statistik di Kelurahan Palupi, Kota Palu, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya statistik di daerah.*

Reporter : Ala, Foto : istimewa