Infodongs – Palu, Memasuki tahun 2026, Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah langsung gaspol mode serius. Lewat rapat internal, mereka membahas Rencana Kerja (Renja) Program Fraksi 2026, sekaligus menegaskan sikap politik terhadap pemerintahan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido. Pesannya jelas: tetap solid di koalisi, tapi tidak kehilangan suara kritis.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, (7/1) Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, menegaskan bahwa Fraksi PKS sejalan dengan sikap DPW PKS. Namun, menurutnya, dukungan politik bukan berarti harus selalu bilang “iya” ke semua kebijakan.

“Insya Allah kami tetap solid di barisan koalisi. Tapi itu tidak berarti kami berhenti kritis. Kalau ada yang perlu diperbaiki, tentu akan kami sampaikan,” ujar Bunda Wiwik.

Dalam rapat tersebut, Fraksi PKS juga menyoroti pelantikan pejabat eselon II Pemprov Sulteng di akhir 2025. Para pejabat baru diapresiasi, dengan harapan bisa langsung membangun sinergi dengan DPRD demi mewujudkan visi Sulteng Nambaso.

Tantangan ke depan dinilai makin kompleks. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menuntut pemerintah daerah dan DPRD lebih kreatif dalam menyusun anggaran: hemat, tapi tetap berdampak ke rakyat.

Untuk 2026, Fraksi PKS menyepakati 20 rancangan kegiatan, mulai dari agenda rutin hingga program berbasis aspirasi masyarakat. Yang tetap konsisten, Hari Aspirasi setiap Senin masih jadi ruang buat warga menyampaikan keluhan dan ide secara langsung.

Fraksi PKS juga menegaskan komitmen mendorong politik anggaran yang pro-rakyat, khususnya pada penanggulangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di saat yang sama, DPRD akan terus diperkuat sebagai penyeimbang kekuasaan eksekutif lewat pengawasan yang kritis namun tetap konstruktif.*

Reporter : Ary, Sumber foto : fb wiwik jumatul rofiah