Infodongs- Donggala, Banjir yang melanda Donggala, Sulawesi Tengah, baru-baru ini membawa dampak besar bagi warga setempat. Beberapa desa di Kecamatan Sindue, Labuan, dan Tanantovea terendam, menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah dan isolasi bagi warga selama dua hari. Namun, di tengah kesulitan tersebut, bantuan mulai mengalir dengan cepat dari berbagai pihak.

Desa Amal, Wani 1, dan Labuan Toposo menjadi daerah yang paling parah terdampak, dengan ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan bantuan segera. Misalnya, di Desa Labuan Toposo, ada 198 KK yang terisolir, sementara di Wani 1 terdapat 4 KK (15 jiwa) yang juga terdampak.

Untuk membantu mereka yang terisolir, dapur umum yang disiapkan oleh BPBD Donggala, TNI, Polri, dan instansi lainnya mulai menyiapkan makanan siap saji. Di Labuan Toposo, ada 610 bungkus makanan yang dibagikan, sementara di Wani 1 dan Wani 2 juga menerima bantuan dengan jumlah yang tidak kalah banyak. Dapur umum ini memang menjadi penyelamat bagi banyak korban yang kesulitan mendapatkan makanan di tengah bencana.

Bantuan dari Dinas Sosial dan Kementerian Sosial melalui Tagana (Taruna Siaga Bencana) juga datang dalam berbagai bentuk. “Ada Famili Kit untuk keluarga yang rumahnya rusak berat, paket ibu dan anak untuk yang baru melahirkan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya seperti sembako, tenda darurat, dan kasur lipat. Semua bantuan ini didistribusikan oleh BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat yang turut berperan aktif dalam memberikan pertolongan.” Ungkap Ishak (15/1) Relawan TAGANA asal Dalaka.

Rahman, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Bantuan ini sangat membantu kami. Rumah kami rusak total, dan kami berharap bisa mendapatkan rumah yang layak dari pemerintah,” ujarnya. Ini menggambarkan betapa pentingnya bantuan yang diterima, bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk memulihkan harapan bagi para korban.

Selain bantuan fisik, kolaborasi relawan juga memberikan dukungan psikososial untuk anak-anak korban bencana. Layanan ini penting agar mereka bisa pulih dari trauma dan melanjutkan kehidupan mereka setelah bencana.

Bencana ini mungkin meninggalkan banyak kesulitan, tetapi solidaritas dan bantuan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa kita tidak sendirian. Ini adalah pengingat bahwa kita semua bisa saling membantu, meski dalam kondisi sulit sekalipun*.

Reporter : Ilham, Foto : Istimewa/Ishak