Infodongs – Tahun baru 2026 datang tanpa kembang api di Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Bukan karena warga lupa merayakan, tapi karena realitas di lapangan memang belum memberi ruang untuk itu.

M. Irvansyah—atau akrab disapa Ipang—relawan DMI Sulawesi Tengah yang saat ini berada di lokasi bencana, menceritakan suasana pergantian tahun yang jauh dari kata euforia. “Kondisi daerah masih belum pulih sepenuhnya. Bahkan, hujan deras yang turun semalam kembali memicu banjir dan membuat warga harus ekstra waspada.” ungkapnya.

Di saat banyak tempat sibuk dengan countdown dan pesta makan-makan, di sini yang ada justru saling mengingatkan. Tidak ada pesta kembang api, tidak ada acara bakar-bakaran. Fokus semua orang tertuju pada satu hal: keselamatan.

Ipang juga melaporkan bahwa listrik belum sepenuhnya menyala. Hanya fasilitas umum seperti masjid yang masih mendapatkan penerangan. Selebihnya, banyak rumah masih gelap, baik secara harfiah maupun suasana.

Pergantian tahun di daerah bencana akhirnya bukan soal resolusi atau selebrasi, tapi tentang kesiapsiagaan. Tentang orang-orang yang tetap siaga, bersiap membantu kapan saja jika kondisi berubah jadi darurat.

Tahun baru kali ini mengingatkan satu hal sederhana tapi penting: tidak semua orang menyambut tahun baru dengan pesta. Ada yang menyambutnya dengan kewaspadaan, empati, dan solidaritas. Dan mungkin, itu makna tahun baru yang paling nyata.*