Sayonara! Doraemon resmi pamit dari RCTI Setelah 35 Tahun
Infodongs – Buat banyak anak 90-an sampai Gen Z awal, Minggu pagi rasanya nggak lengkap tanpa Doraemon di RCTI. Tapi sekarang, satu era resmi berakhir. Doraemon tak lagi tayang di RCTI setelah menemani penonton Indonesia selama kurang lebih 35 tahun.
Kabar ini langsung bikin linimasa ramai. Ada yang kaget, ada yang sedih, ada juga yang baru sadar kalau Doraemon ternyata sudah jadi bagian hidup mereka sejak kecil.
Tanpa drama berlebihan, kepergian Doraemon dari RCTI menandai perubahan besar di dunia pertelevisian Indonesia, sekaligus jadi pengingat bahwa kebiasaan nonton kita juga sudah berubah.
Berikut beberapa fakta menarik di balik hilangnya Doraemon dari layar RCTI.
1. Tayang Sejak Akhir 1980-an
Doraemon pertama kali hadir di Indonesia sekitar akhir 1980-an dan kemudian identik dengan RCTI. Selama puluhan tahun, kartun ini jadi tontonan lintas generasi, dari orang tua sampai anak-anak mereka.
2. Jadi Kartun Paling Konsisten di TV Nasional
Jarang ada program TV yang bisa bertahan selama 35 tahun dengan karakter dan cerita yang relatif sama. Doraemon termasuk sedikit tontonan yang konsisten tayang dan selalu punya penonton.
3. Minggu Pagi = Doraemon
Buat banyak orang, Doraemon bukan sekadar kartun, tapi bagian dari rutinitas. Bangun pagi, nyalain TV, lalu ketemu Nobita dan kawan-kawan sebelum aktivitas lain dimulai.
4. Pergeseran ke Platform Digital
Hilangnya Doraemon dari RCTI juga jadi tanda pergeseran besar. Generasi sekarang lebih banyak menonton lewat platform digital dan streaming, bukan lagi TV konvensional.
5. Doraemon Tidak Hilang, Hanya Pindah Rumah
Meski tak lagi tayang di RCTI, Doraemon masih bisa ditemukan di berbagai platform lain, termasuk layanan digital dan media resmi. Jadi yang pergi bukan Doraemonnya, tapi kebiasaan nontonnya.
6. Kartun yang Mengajarkan Hal Sederhana tapi Nempel
Dari alat ajaib sampai masalah sehari-hari Nobita, Doraemon selalu membawa pesan tentang persahabatan, tanggung jawab, dan konsekuensi dari pilihan. Sederhana, tapi relevan sampai sekarang.
Kepergian Doraemon dari RCTI mungkin terasa sepele buat sebagian orang, tapi bagi banyak Gen Z, ini seperti kehilangan potongan kecil masa kecil. Bukan soal kartunnya semata, tapi soal memori yang ikut tumbuh bersama layar TV tabung di rumah.*







Tinggalkan Balasan