Infodongs – Luwuk Timur, MUSRENBANG jangan cuma jadi agenda tahunan yang lewat begitu saja. Anggota DPRD Banggai, Batia Sisilia Hadjar, tegas bilang kalau forum ini seharusnya jadi ruang serius untuk merancang pembangunan, bukan sekadar acara seremonial.

Hal itu disampaikan Batia saat menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD di Musrenbang RKPD Tahap I Kecamatan Luwuk Timur, Kamis (12/2/2026).

Politisi NasDem itu blak-blakan. Menurutnya, dari hasil reses dan pertemuan dengan desa-desa, banyak keluhan masuk soal usulan Musrenbang yang ujung-ujungnya tidak masuk dalam penganggaran.

“Banyak usulan desa dalam Musrenbang yang tidak terealisasi. Yang jalan malah Pokir DPRD terus. Harusnya tidak begitu. Mana realisasi program yang dibahas di Musrenbang? Kita berharap forum ini benar-benar menyerap aspirasi dari bawah, bukan cuma formalitas,” tegas Batia.

Ia menilai, kalau kondisi ini terus terjadi, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan terhadap forum Musrenbang.

Batia juga menyoroti soal desa-desa yang rawan banjir. Menurutnya, usulan penanganan bencana seharusnya jadi prioritas, bukan malah ditunda-tunda.

“Misalnya bangun tanggul cuma butuh Rp2 miliar. Kalau tidak dikerjakan dan akhirnya banjir besar, biaya perbaikannya bisa jauh lebih mahal. Ini soal logika anggaran juga,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan Bappeda Banggai sebagai OPD teknis perencanaan agar benar-benar menjadikan Musrenbang sebagai forum pengambilan keputusan pembangunan desa.

Memang, kata dia, ada program dari atas yang wajib dijalankan. Tapi tetap saja, aspirasi dari bawah jangan sampai kalah prioritas.

“Kalau Musrenbang cuma jadi rutinitas tahunan tanpa realisasi, ya buat apa?” pungkasnya.*

Reporter: Ala, Sumber Foto: Tim Media Batia