Naik Ambulans, Relawan DMI Sulteng Tempuh 12 Hari Bantu Aceh
Infodongs – Palu, Perjalanan panjang penuh makna ditempuh relawan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah demi membantu korban bencana banjir di Aceh. Dengan mengendarai ambulans DMI Sulawesi Tengah, empat relawan ini menempuh perjalanan darat dan laut selama 12 hari sejak 12 desember 2025, melintasi delapan provinsi sebelum akhirnya tiba di Tanah Rencong.
Empat relawan tersebut adalah Irvansyah, Noval, Gifari Al-Habsi, dan Hakim. Mereka memulai perjalanan dari Sulawesi Tengah, lalu menyusuri rute panjang: Makassar – Surabaya – Jakarta – Lampung – Jambi – Pekanbaru – Medan – Aceh. Jarak jauh, medan berat, dan waktu tempuh yang panjang tak menyurutkan semangat kemanusiaan mereka.
“Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan hati,” ujar Irvansyah, koordinator relawan DMI Sulteng.
Bermarkas di Aceh Tamiang, Hadir Langsung di Tengah Warga
Setibanya di Aceh, para relawan menghabiskan hampir dua minggu bertugas di Aceh Tamiang, tepatnya di Desa Karang Baru, yang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir cukup parah. Di lokasi tersebut, mereka mendirikan posko dan langsung berbaur dengan warga.
Beragam kegiatan kemanusiaan dilakukan. Mulai dari membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak banjir, trauma healing untuk anak-anak, hingga pembagian sembako dan Al-Qur’an. Tak hanya itu, relawan juga membuka posko kesehatan serta menyalurkan alat filter air bersih untuk membantu warga mendapatkan air layak konsumsi pascabanjir.
“Air bersih jadi kebutuhan paling mendesak. Filter air ini sangat membantu warga,” kata Noval di sela kegiatan.
Dukungan Penuh dari DMI Sulawesi Tengah
Di balik aksi kemanusiaan ini, dukungan besar datang dari internal DMI Sulawesi Tengah. Irfansyah mengungkapkan bahwa hampir seluruh kebutuhan logistik dan operasional relawan berasal dari donasi internal.
“Hampir 90 persen anggaran kegiatan ini disupport oleh Kak Mat, Ahmad Ali, Ketua DMI Sulawesi Tengah,” beber Irvansyah.
Ia menegaskan, bantuan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian masih hidup dan nyata, terutama saat saudara sebangsa tertimpa musibah.
Dari Sulteng untuk Aceh
Perjalanan relawan DMI Sulawesi Tengah ini menjadi pengingat bahwa jarak ribuan kilometer bukan penghalang untuk berbagi. Dengan ambulans sebagai saksi, jalan panjang selama 12 hari pergi ditambah 10 hari lagi untuk kembali ke Palu, berubah menjadi kisah tentang kepedulian, empati, dan aksi nyata.
“Capek pasti, tapi lihat senyum warga dan anak-anak, semua terbayar,” ujar Gifari Al-Habsi.*
Reporter : ilham, Sumber Foto : Irvansyah







1 Komentar
saya selaku warga aceh tamiang mengucapkan ribuan terimakasih kepada relawan dari sulawesi tengah karena sudah membantu kami di sini. adanya mereka di sini banyak menerbitkan senyuman anak² dari berbagai kampung. semoga kalian bisa mengunjungi kami lagi di sini bukan dalam keadaan bencana. sekali lagi saya ucapkan ribuan terimakasih kepada kalian. peluk jauh saudara² ku🫂🫂🫂.