INFODONGS, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Belanda sepakat memulangkan puluhan ribu benda warisan budaya Indonesia yang selama ini berada di Belanda. Total ada sebanyak 29.763 benda dan 427 sisa jasad manusia. Pengembalian ini dilakukan atas dasar permintaan Indonesia.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira (NSL). Menurutnya pemulangan tersebut dinilai penting untuk mengembalikan bagian dari sejarah bangsa sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia.

“Benda-benda bersejarah itu bukan sekadar koleksi masa lalu, melainkan menyimpan jejak peradaban, pengetahuan, dan nilai perjuangan yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang,” Jelas NSL, Senin (19/10/2026).

Selain itu, lanjut NSL, upaya pelestarian benda bersejarah perlu diiringi dengan peningkatan akses masyarakat terhadap informasi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Sejarah tidak boleh berhenti sebagai catatan atau artefak yang tersimpan, tetapi harus dihadirkan sebagai sumber pembelajaran yang relevan dengan kehidupan masa kini,” ulas dia.

Bagi Indonesia, kata NSL, warisan budaya bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Ini merupakan jembatan yang menghubungkan perjalanan sejarah dengan masa depan, sekaligus sumber pengetahuan untuk membangun generasi yang mengenal akar budayanya dan bangga terhadap identitas bangsanya.

Ketua DPW Nasdem Sulteng ini pun berharap pemulangan koleksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni pengembalian, tetapi menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat pelindungan dan pemajuan kebudayaan nasional.

“Dan upaya tersebut juga perlu didukung dengan penelitian, digitalisasi koleksi, penguatan museum, serta pengembangan program edukasi yang menarik dan mudah diakses masyarakat,” ungkapnya.

“Dengan demikian, warisan budaya dapat menjangkau lebih banyak generasi, termasuk anak-anak muda yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital,” tukasnya