Infodongs Sinjai, Jagat media sosial sempat dibuat heboh dengan kemunculan sosok pocong yang disebut-sebut gentayangan di beberapa titik di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Video dan cerita berantai menyebar cepat, bikin warga resah, sekaligus memantik rasa penasaran warganet. Setelah ramai jadi perbincangan, misteri itu akhirnya terjawab. Pelaku yang menyamar sebagai pocong berhasil diamankan aparat kepolisian. Bukan makhluk gaib, bukan pula kejadian mistis, melainkan ulah manusia.

Kasus ini cepat menyebar karena dikemas dengan narasi horor yang familiar di masyarakat. Video berdurasi singkat, lokasi gelap, dan sosok menyerupai pocong jadi kombinasi yang mudah memancing perhatian, terutama di media sosial. Dalam hitungan jam, kabar pocong Sinjai sudah beredar di berbagai platform, dari grup percakapan sampai linimasa media sosial.

Berdasarkan keterangan aparat, pelaku mengaku melakukan aksinya sekadar iseng dan tidak menyangka dampaknya akan sebesar itu. Namun, aksi tersebut tetap dinilai meresahkan karena memicu kepanikan warga dan mengganggu ketertiban umum. Polisi menegaskan kalau aksi seperti ini bukan sekadar candaan. Apalagi ketika sudah bikin warga resah dan takut. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa video pocong yang sempat viral itu ternyata hasil rekayasa.Aksi tersebut dilakukan oleh sekumpulan remaja yang sengaja membuat konten dengan berperan sebagai pocong menggunakan kain kafan. Ulah mereka akhirnya berujung ke kantor polisi.

Selama isu ini beredar, sebagian warga mengaku takut keluar rumah pada malam hari. Ada juga yang membatalkan aktivitas tertentu karena khawatir dengan isu pocong tersebut. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh informasi viral, meski belum tentu benar.

Kasus pocong viral di Sinjai jadi pengingat penting, terutama buat Gen Z yang hidup di era serba cepat: Tidak semua yang viral itu fakta, Konten iseng bisa berdampak serius, Informasi perlu dicek sebelum dibagikan. Di era digital, satu video bisa menciptakan kepanikan massal. Dan pada akhirnya, yang harus bertanggung jawab tetap manusia, bukan hantu.*