Infodongs – Sigi, Di tengah tren pernikahan modern yang serba estetik dan instan, Suku Kulawi di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah punya satu ritual merayakan cinta atau pernikahan yang masih dijaga dengan penuh makna yaitu Mentime.

Mentime bukan sekadar prosesi adat biasa. Ritual ini dilakukan dengan penyembelihan kerbau atau sapi di dekat aliran sungai, yang dipercaya sebagai sumber kehidupan. Lokasinya sakral, maknanya dalam.

Yang bikin banyak orang terkejut, kedua mempelai wajib hadir dan menyaksikan langsung prosesi ini. Bukan untuk uji nyali, tapi sebagai simbol kesungguhan. Dalam adat Kulawi, ini adalah tanda kesiapan pasangan menjalani kehidupan rumah tangga, bukan cuma bahagia, tapi juga siap menghadapi konsekuensi.

Mentime juga dimaknai sebagai bentuk pengorbanan dan tanggung jawab. Hewan yang disembelih melambangkan tekad pasangan untuk saling menjaga, berjuang, dan bertahan bersama.

Di era nikah simpel dan cepat, Mentime jadi pengingat bahwa pernikahan bukan hanya soal pesta dan foto Instagram. Bagi masyarakat Kulawi, menikah berarti menyatu dengan pasangan, alam, dan warisan leluhur yang dijaga turun-temurun.

Bukan sekadar adat, Mentime adalah pesan: nikah itu serius, dan harus siap lahir batin.*

Reporter : Salahudin, Foto : Odi Djo Ker.