INFODONGS, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira (NSL), meminta pemerintah memastikan peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas dalam anggaran pendidikan tahun 2027.

NSL menegaskan anggaran untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan kualifikasi S1/D-IV, pengembangan kompetensi, pendidikan inklusif, kepemimpinan sekolah, hingga tunjangan guru tidak boleh dikurangi untuk membiayai proyek fisik.

“Program peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai anggarannya berkurang karena dialihkan untuk proyek fisik,” kata NSL, Senin (31/8/2026).

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara kebutuhan dan alokasi tunjangan guru. Untuk tunjangan profesi guru (TPG), anggaran baru mengakomodasi 1.687.109 guru dari kebutuhan 1.848.136 guru.

Sementara itu, tambahan penghasilan baru mencakup 20.700 guru dari kebutuhan 61.414 guru. Adapun tunjangan khusus baru menjangkau 65.505 guru dari total kebutuhan 78.363 guru.

Menurut NSL, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius dalam pembahasan anggaran 2027. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan seluruh guru yang berhak menerima tunjangan tidak terlewat akibat persoalan data maupun perubahan sumber pembiayaan.

“Pemerintah harus memiliki data dan mekanisme pembayaran yang jelas. Harus dipastikan siapa yang menerima, dari anggaran mana dibayarkan, dan kapan hak guru tersebut diterima,” tegasnya.

NSL juga meminta pemerintah memperjelas daftar penerima, validasi data melalui Dapodik, serta jadwal pembayaran untuk mencegah tunggakan dan ketidakpastian.

Selain itu, ia menyoroti kekurangan pembayaran tunjangan guru tahun 2026 yang mencapai Rp3,4 triliun. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi evaluasi agar pembayaran tunjangan guru pada 2027 dapat berjalan tepat waktu dan berkelanjutan.