NSL Minta Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pendidikan di Daerah Rawan Bencana
INFODONG, Padang – Perbaikan infrastruktur pendidikan di daerah rawan bencana perlu mendapat perhatian serius. Tidak hanya memastikan sekolah yang rusak segera diperbaiki, pembangunan kembali juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan ketahanan bangunan terhadap potensi bencana.
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira (NSL), menilai persoalan infrastruktur pendidikan di daerah rawan bencana bukan hanya soal bangunan yang rusak. Menurutnya, sekolah juga harus aman agar anak tetap bisa belajar dengan nyaman.
“Sekolah di daerah rawan bencana harus mendapat perhatian khusus. Kita tidak ingin setiap terjadi bencana, anak-anak kembali kehilangan ruang belajar. Infrastruktur pendidikan harus dibangun dengan mempertimbangkan karakter dan risiko bencana di daerah masing-masing,” Jelas NSL saat kunjungan kerja di Kota Padang, Jumat (4/9/2026).
Karena itu, kata NSL, dukungan pemerintah pusat diperlukan mengingat kemampuan fiskal tiap daerah berbeda. Daerah rawan bencana membutuhkan dukungan lebih kuat untuk memperbaiki dan memperkuat fasilitas sekolah agar lebih aman dan tangguh.
“Pendekatan tersebut menjadi relevan karena pembangunan infrastruktur pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografis dan risiko kebencanaan yang dihadapi masyarakat,” terangnya.
Lanjut NSL, dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat menjadi pengungkit bagi pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan.
“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar sekolah-sekolah di kawasan rawan bencana tidak tertinggal dalam memperoleh fasilitas pendidikan yang layak dan aman,” ulasnya.
Selain perbaikan fisik, kata NSL, ketangguhan sekolah juga perlu dibangun melalui kesiapsiagaan warga sekolah. Jalur evakuasi, titik kumpul, simulasi kebencanaan, edukasi mitigasi, serta kesiapan guru dan siswa menghadapi kondisi darurat perlu menjadi bagian dari penguatan satuan pendidikan.
“Yang kita bangun bukan hanya sekolah yang berdiri kokoh, tetapi sekolah yang siap menghadapi bencana. Anak-anak harus tetap punya tempat belajar yang aman, baik sebelum maupun setelah bencana,” tutup NSL.







Tinggalkan Balasan